Dalam rangka malam 27 Ramadhan, di SRIT diadakan mabit bersama dengan Ust. Muhammad Zaitun, Lc., diimpor khusus dari Indonesia.
Karena acara baru mulai waktu isya, 20:20 JST, dan perjalanan dari apato ke SRIT butuh 2 jam, jadinya saya memutuskan untuk berbuka dan sholat maghrib di Masjid Cami Yoyogi Uehara.
Sekalian juga tahun ini belum singgah sholat dan berbuka di Masjid Yoyogi Uehara.
Setelah sholat maghrib, seperi biasa orang-orang mulai antri untuk ambil makan.
Kali ini menunya kari ayam, nasi yang ga tau apa namanya tapi enak banget, krim timun yang asem, dah kuah kari yang lebih lite.
Satu hal yang saya suka dari kalau sholat di masjid Cami ini, orang-orangnya beragam.
Banyak dari timur tengah; pakistan, arab saudi, turki, bangladesh, bahkan orang muslim jepang, yang tata cara sholatnya berbeda-beda.
Lalu ketika makan, saya perhatiin, banyak juga orang jepang yang ikutan makan berbuka juga. Semoga aja Allah kasih hidayah pada mereka untuk masuk Islam, Aamin.
Aah, maybe I’ll be miss this moment…